Trend Perkembangan Teknologi Informasi dalam Organisasi/Bisnis


 Perkembangan teknologi informasi dan inovasi para pemikir sistem telah mengantarkan organisasi bisnis bekerja lebih efektif dan efisien dibanding sebelumnya. Proses pengambilan keputusan bisnis juga semakin singkat dan akurat berkat dukungan sistem informasi yang mampu mengelola dan mengolah data di lapangan secara cepat.

Meskipun belum mendominasi, banyak organisasi bisnis yang telah memanfaatkan berbagai produk sistem informasi untuk kepentingan bisnisnya, baik dalam skala kecil maupun besar. Tidak lagi sekedar menggunakan aplikasi perkantoran yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan administrasi pembuatan surat, pengganti kwitansi, dan sejenisnya.

Beberapa contoh tujuan dari pembuatan sistem informasi yang mulai banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk solusi bisnisnya, antara lain mengetahui stok barang di semua cabang secara real time, distribusi barang dari cabang yang memiliki kelebihan stok ke cabang yang sedang kehabisan stok, penjadwalan pengiriman barang secara otomatis, serta menganalisa preferensi konsumen atas produk-produk yang dijual.

Melalui beberapa produk yang disebutkan di atas, tentunya kita bisa membayangkan bahwa pemilik bisnis tidak perlu harus menunggu laporan mingguan atau bulanan dari para pengelolanya untuk memutuskan menambah produk, mengurangi pasokan, atau memutuskan untuk tidak lagi membeli.

Untuk usaha waralaba yang seringkali membutuhkan kecepatan dalam pengambilan keputusan, tentunya akan merasa dimudahkan ketika pengelola menerima notifikasi berupa sms, email atau peringatan di dalam sistem saat stok gudang tinggal tersisa sepuluh buah. Keputusan untuk menambah bahan baku atau produk dari kantor pusat dapat dilakukan secara cepat, dengan melihat informasi tren penjualan yang dilampirkan.

Penyelarasan aktivitas bisnis dengan keunggulan yang dimiliki oleh teknologi informasi atau sering disebut sebagai IT-Business alignment, membawa dampak yang luar biasa baik dalam hal kinerja usaha yang makin meningkat ataupun memperbesar nilai tambah (value added) bagi perusahaan maupun konsumennya.

Umumnya para pembuat sistem informasi di atas merupakan pemikir-pemikir yang mampu memahami logika bisnis serta menguasai teknologi informasi yang digunakan dalam menerjemahkan proses bisnis. Dalam dunia pendidikan, lulusan Sistem Informasi merupakan sumber daya manusia yang diharapkan menjembatani kedua dunia tersebut, yaitu dunia teknologi informasi dan bisnis.

Peluang

Karyanya umumnya lebih terfokus pada solusi untuk permasalahan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan, yaitu mensinergikan kekuatan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Mereka seringkali lebih memprioritaskan untuk menghasilkan solusi bisnis, ketimbang terpaku pada fitur-fitur teknologi. Karena pada kenyataannya fitur-fitur teknologi yang kelihatan canggih dan terbaru, tidak selalu berhubungan dengan usahanya dalam menghasilkan solusi bisnis yang sesuai.

Dengan kemampuannya untuk menganalisa kebutuhan bisnis dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung solusi yang dihasilkan, maka peluang lulusan program studi Sistem Informasi untuk menduduki posisi CIO (Chief Information Officer) sangat terbuka lebar.

CIO atau kadangkala disebut sebagai Direktur TI merupakan salah satu jabatan puncak di bidang teknologi informasi dalam organisasi bisnis, yang saat ini semakin dirasakan pentingnya di Indonesia dan sudah banyak diterapkan oleh banyak perusahaan di Amerika, Eropa, dan Australia.

Indra Utoyo dari Telkom dan Herfini Haryono dari Telkomsel, merupakan contoh orang-orang yang pernah mendapatkan penghargaan CIO of the Year di Indonesia. Mereka dinilai bukan hanya mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga meningkatkannya.

Karena memiliki kemampuan untuk menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam produk teknologi informasi yang akan digunakan, lulusan Sistem Informasi juga dapat menjadi konsultan profesional bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memajukan usahanya dengan menggunakan teknologi informasi yang tersedia saat ini.

Bahkan dengan karya-karya yang banyak dihasilkan tersebut, mereka dapat mengembangkan diri menjadi entrepreneur di bidang solusi teknologi informasi. Sistem yang dihasilkan dapat dijual kepada banyak perusahaan yang sama-sama membutuhkan solusi yang ditawarkan.

Bukan tidak mungkin, mereka juga dapat mengembangkan perusahaan sendiri berbasis solusi sistem informasi seperti halnya perusahaan-perusahaan besar seperti IBM Software Solutions Group, Siemens Information System (SIS), atau banyak perusahaan IT di India.

Salah satu penyelenggara program studi S-1 Sistem Informasi di Jawa Tengah, UNIKA Soegijapranata, mengembangkan program yang berfokus pada Business Information System dan IT-Preneurship untuk mendorong talenta mahasiswanya dalam menjadi pencipta, konsultan ahli, dan pengusaha di bidang solusi sistem informasi yang mampu mandiri.

Dengan begitu, para ahli dalam bidang sistem informasi yang dihasilkan dari program studi tersebut dapat menyeimbangkan kebutuhan yang akan terus meningkat, seiring dengan peningkatan peran teknologi informasi dalam perusahaan.

Contoh Penerapan Teknologi Informasi dalam Bisnis

Kebutuhan efisiensi waktu serta biaya yang mengakibatkan tiap pelaku usaha merasa memerlukan penerapan teknologi informasi pada lingkungan kerjanya.

Salah satu penyebab kebiasaan kerja yaitu akibat dari penerapan TI dan komunikasi, contohnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP).

ERP merupakan salah satu aplikasi perangkat lunak (software) yang di dalamnya termasuk sistem manajemen di dalam perusahaan.

Adapun beberapa keuntungan dari penerapan TI dan komunikasi pada suatu perusahaan atau organisasi, di antaranya:

1. Sistem otomatisasi

Semua sistem yang tadinya bersifat manual pada perusahaan atau organisasi tersebut berubah menjadi otomatis sehingga dapat mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya dan lain-lain.

2. Efisiensi

Waktu pengerjaan dapat lebih cepat setelah menerapkan TI, karena dengan penerapan TI dapat mempersingkat rantai birokrasi.

Misalnya yang awalnya selesai dalam satu minggu namun dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dapat diselesaikan hanya dengan satu hari.

Apabila waktu tersebut kita konversikan ke dalam bentuk biaya maka akan menghasilkan penghematan sekian rupiah.

3. Pengambilan keputusan akan menjadi lebih cepat

Hal ini disebabkan dengan adanya TI dan komunikasi maka data yang diperlukan akan cepat diperoleh.

Sehingga tentu akan menjadikan perusahaan atau organisasi menjadi lebih kompetitif Karena dampaknya akan besar apabila pengambilan keputusan agak lambat misalnya dapat kehilangan banyak order.

4. Penghematan biaya promosi

Penghematan biaya promosi dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Sebab aktivitas promosi dapat dilakukan melalui online. Selain itu para konsumen juga akan dapat melihat profile perusahaan atau organisasi Anda dari mana saja di seluruh dunia.

Dengan memanfaatkan TI dan komunikasi maka akan lebih mudah terintegrasi di seluruh kantor atau cabang perusahaan Anda tanpa harus mengunjungi cabang secara satu per satu.

Tujuan Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan

Di dalam penerapannya, rencana strategis dari suatu teknologi informasi senantiasa disesuaikan dengan rencana dari perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.

Tujuannya agar penerapan dari TI tersebut dapat menghasilkan nilai yang baik bagi perusahaan atau organisasi tersebut.

Dengan penggunaan TI yang tepat untuk perusahaan, maka diharapkan perusahaan tersebut dapat berkembang lebih efisien.

Selain itu, dengan adanya TI, Perusahaan dapat mengelola data atau informasi segala apa yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

Meski penerapan TI memberikan banyak manfaat untuk perusahaan, faktanya tidak semua perusahaan berani melakukan investasi besar ke penggunaan TI tersebut.

Bahkan, lembaga TI terkadang sering dipandang sebelah mata karena dianggap salah satu departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang.

Hal seperti itulah yang sering kali menjadi problematika tersendiri bagi lembaga TI pada perusahaan atau organisasi.

Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi pada Bisnis

Seorang pakar, Rani Nurrohmah, dalam hasil penelitiannya “Dampak Teknologi Informasi Terhadap Lingkungan Bisnis Perusahaan” mengemukakan dampak positif dan dampak negatif dari TI, di antaranya:

Dampak Positif Pemanfaatan Teknologi Informasi

Berikut beberapa dampak positif dari penggunaan teknologi informasi pada perusahaan, yaitu:

1. Mempermudah Pemasaran Produk

TI memungkinkan produk yang dibuat oleh perusahaan Anda bisa dipasarkan secara luas bahkan hingga ke luar negeri.

Ada banyak media yang bisa digunakan untuk melakukan pemasaran global atau skala nusantara seperti menggunakan Facebook, Instagram, dan TikTok.

2. Mempermudah Mendapatkan Sumber Produk

Perkembangan TI memungkinkan pedagang mendapatkan produk dengan harga dropship dan harga grosir yang tentu lebih murah daripada harga eceran.

Sistem ini bahkan dianggap lebih menguntungkan lantaran Anda tidak perlu menyetok barang.

Tugas Anda sebatas memasarkan dan menjual produk, sementara pengiriman barang diserahkan pada penjual pihak pertama.

3. Memudahkan Operasional Perusahaan

Teknologi informasi mempermudah pencatatan data karyawan dan tugas operasional lainnya, seperti:

  • Absensi karyawan
  • Penggajian karyawan
  • Penghitungan keuangan perusahaan
  • Stok barang

Selain hal di atas masih banyak lagi manfaat lainnya, terutama pada tugas-tugas yang dapat dikelola oleh mesin. Dan tentunya hal ini akan mempermudah pekerjaan manusia.

Performa dan penggunaan mesin-mesin ini juga dapat menekan biaya SDM.

4. Peluang Bisnis

Tak dipungkiri di tengah pesatnya kemajuan teknologi, ada banyak inovasi baru dalam berbisnis.

Apalagi start-up mulai marak bermunculan di mana mereka menawarkan banyak jasa maupun barang yang bisa diakses melalui satu aplikasi saja.

0 Response to "Trend Perkembangan Teknologi Informasi dalam Organisasi/Bisnis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel